
Tanjung Selor, stpsantopetruska.ac.id – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paroki Katedral Santa Maria Asumpta Tanjung Selor menyelenggarakan syukuran pelantikan pengurus DPC terpilih periode 2026–2029, Minggu (4/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gereja Katedral Santa Maria Asumpta Tanjung Selor tersebut mengusung tema “Perempuan Katolik yang Solid, Mandiri dan Berbelas Kasih: Mewujudkan Pelayanan Nyata bagi Gereja dan Masyarakat.”
Syukuran diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Markus Ngatun Suparno selaku Pastor Paroki sekaligus Bapa Rohani WKRI Katedral Santa Maria Asumpta Tanjung Selor. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC WKRI terpilih Lisia Angling Kusuma bersama Wakil Ketua Yulce Loba Taruk Allo mengucapkan janji untuk menjalankan tanggung jawab pelayanan selama tiga tahun masa bakti 2026–2029.
Pelantikan tersebut menjadi momentum peneguhan komitmen pengurus baru untuk menjalankan amanah organisasi serta menghadirkan pelayanan yang nyata bagi Gereja dan masyarakat. Kegiatan turut dihadiri Jovita Anggres Dua Austin Diang selaku Dewan Pimpinan Daerah (DPD) WKRI Kabupaten Bulungan serta para utusan dari berbagai ranting WKRI di wilayah Paroki Katedral Santa Maria Asumpta.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kandida Elisabeth Tob, mahasiswi Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Petrus Keuskupan Atambua yang sedang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai calon guru agama dan calon katekis di Stasi St. Yohanes Pimping. Kehadiran mahasiswa PPL dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman pastoral langsung sekaligus bentuk keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan menggereja di tengah masyarakat.
Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran bersama di Pastoran Paroki Katedral Santa Maria Asumpta. Dalam sambutannya, Ketua DPC WKRI yang baru dilantik mengajak seluruh pengurus ranting dan anggota untuk menjalankan tugas organisasi dengan semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan pelayanan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan dan foto bersama. Syukuran tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan serta meneguhkan semangat pelayanan WKRI dalam mendukung kehidupan Gereja dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (KET)