SMP Negeri 6 Sambaliung Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Usai Dua Minggu BDR

Sambaliung (stpsantopetruska.ac.id) – SMP Negeri 6 Sambaliung kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah menjalani pembelajaran dari rumah (BDR) selama dua minggu. Kegiatan belajar secara langsung ini kembali dilaksanakan setelah memperoleh izin dari Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Berau, dengan tetap memperhatikan imbauan kesehatan di tengah kondisi cuaca dan kualitas udara yang belum sepenuhnya mendukung.

Kembalinya aktivitas pendidikan di sekolah ditandai dengan upacara bendera di lapangan SMP Negeri 6 Sambaliung. Ratusan siswa mengikuti upacara dengan tertib dan khidmat sebagai awal dimulainya kembali kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaan PTM, seluruh warga sekolah diimbau untuk mengenakan masker serta membawa botol air minum pribadi guna mendukung kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan selama kegiatan belajar berlangsung.

Bertindak sebagai pembina upacara, Nur Ariyanti, S.Pd., menegaskan bahwa kembalinya siswa ke sekolah harus disertai dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kesehatan bersama. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan ruang kelas merupakan bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat. Ia juga menyampaikan bahwa para guru akan memeriksa tugas-tugas yang diberikan selama masa BDR, sekaligus memberikan pendampingan kepada peserta didik dan memantau kedisiplinan mereka selama mengikuti PTM.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 6 Sambaliung, Irwan, S.T., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan BDR sebelumnya merupakan tindak lanjut dari surat dan keputusan Dinas Pendidikan serta Pemerintah Daerah Kabupaten Berau. Selama periode tersebut, sekolah memanfaatkan aplikasi WhatsApp untuk menyampaikan materi pembelajaran dan memantau aktivitas belajar siswa dari rumah. Pihak sekolah juga mempersiapkan fasilitas untuk menyambut kembali pembelajaran langsung serta berkoordinasi dengan puskesmas setempat guna memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan dan kualitas udara di lingkungan sekolah.

Meski pemanfaatan teknologi membantu menjaga keberlangsungan pembelajaran, Irwan mengakui bahwa pelaksanaan BDR menghadapi sejumlah kendala. Tidak semua peserta didik memiliki telepon genggam maupun kuota internet yang memadai, sehingga akses terhadap materi dan komunikasi pembelajaran menjadi terbatas bagi sebagian siswa. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memastikan proses pendidikan tetap berjalan secara efektif selama pembelajaran dari rumah.

Irwan menambahkan bahwa PTM memberikan kesempatan kepada guru untuk menyampaikan materi secara lebih maksimal, berinteraksi langsung dengan siswa, serta memberikan penjelasan dan pendampingan sesuai kebutuhan belajar mereka. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh peserta didik agar tetap menggunakan masker, menjaga kesehatan, dan mematuhi ketentuan sekolah, terutama ketika kondisi cuaca dan kualitas udara belum sepenuhnya baik. Ia berharap seluruh warga sekolah dapat bekerja sama agar kegiatan belajar-mengajar berlangsung aman, tertib, efektif, dan berkelanjutan.

Antusiasme menyambut PTM juga dirasakan oleh para siswa. Maria Eflin Seman, siswi kelas IX A SMP Negeri 6 Sambaliung, mengungkapkan kegembiraannya karena dapat kembali bertemu dengan teman-teman dan guru secara langsung. Ia menilai pembelajaran di kelas memudahkan siswa memahami materi serta bertanya apabila terdapat hal-hal yang belum dimengerti. Maria juga menyatakan kesiapannya untuk menaati aturan sekolah, termasuk mengenakan masker dan membawa air minum sendiri, demi mendukung kelangsungan pembelajaran tatap muka.

Dimulainya kembali PTM di SMP Negeri 6 Sambaliung menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kesehatan di lingkungan pendidikan. Pengalaman selama BDR menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran, meskipun keterbatasan perangkat dan akses internet masih menjadi tantangan bagi sebagian peserta didik.

Dengan dukungan dan kerja sama antara pihak sekolah, guru, siswa, orang tua, serta instansi terkait, pelaksanaan pembelajaran tatap muka diharapkan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Kepatuhan terhadap aturan, pemeliharaan kebersihan lingkungan, dan perhatian terhadap kondisi kesehatan menjadi tanggung jawab bersama untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung keberhasilan pendidikan. (TR)