
Kefamenanu, stpsantopetruska.ac.id — Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Petrus Keuskupan Atambua mengawali tahun akademik baru dengan Perayaan Ekaristi yang dirangkaikan dengan serah terima dan pelantikan Ketua STP yang baru. Kegiatan berlangsung di Aula Mgr. Sulama, Selasa (1/9/2026), dan diikuti oleh civitas akademika STP Santo Petrus Keuskupan Atambua.
Dalam rangkaian tersebut, Romo Philipus Benitius Metom, S.Ag.,M.Hum secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua STP Santo Petrus Keuskupan Atambua yang baru. Prosesi ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan penandatanganan berita acara pengukuhan.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Kanisius Oki, Pr. Dalam homilinya, ia mengajak seluruh umat untuk semakin menyadari kuasa dan kehadiran Yesus dalam kehidupan serta membentengi diri dari berbagai godaan yang dapat menjauhkan manusia dari kebaikan. Pesan tersebut menjadi refleksi bagi seluruh civitas akademika dalam memasuki tahun akademik baru, agar pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan iman dan karakter.

Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua STP, Romo Philipus Benitius Metom, S.Ag.,M.Hum mengungkapkan pergulatan batinnya ketika menerima penunjukan tersebut. Saat itu, ia masih menjalani studi doktoral di Malang setelah mendampingi mahasiswa dalam kegiatan Magang III di Tanjung Selor. Penunjukan sebagai ketua sempat membuatnya bimbang karena harus menjalankan tanggung jawab kepemimpinan sekaligus menyelesaikan studi.
Namun, ia kemudian memandang tugas tersebut sebagai bagian dari panggilan dan pelayanan. Romo Philipus Benitius Metom, S.Ag.,M.Hum mengajak seluruh civitas akademika untuk membangun STP melalui kerja sama dan kolaborasi, karena perkembangan lembaga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Sementara itu, Ketua STP periode sebelumnya, Romo Dr. Theodorus Asa Siri, S.Ag., dalam kesempatan tersebut menyampaikan refleksi atas delapan tahun kepemimpinannya. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk belajar dari berbagai unsur alam sebagai simbol kerendahan hati, ketekunan, ketulusan, kepedulian, dan kehati-hatian dalam menjalankan tugas.
Romo Theo juga memaparkan perkembangan sumber daya manusia STP selama masa kepemimpinannya. Pada 2017, STP Santo Petrus memiliki satu dosen bergelar doktor. Kini jumlah tersebut telah bertambah menjadi tiga orang, sementara tiga dosen sedang menyelesaikan studi doktoral dan 14 pengajar lainnya tengah menempuh studi lanjut.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum bagi STP Santo Petrus Keuskupan Atambua untuk memasuki babak baru. Seluruh civitas akademika diharapkan terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan mutu pendidikan, serta menjaga semangat pelayanan dan pengabdian dalam menjalankan tugas pendidikan di tengah masyarakat. (OT)