
Kefamenanu, stpsantopetruska.ac.id – Suasana khidmat dan penuh antusiasme mewarnai pembukaan rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Petrus Keuskupan Atambua. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, memahami nilai-nilai akademik dan pastoral, serta mempersiapkan diri memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh seluruh peserta PKKMB, panitia pelaksana, serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam pendampingan. Kehadiran seluruh sivitas akademika memberikan suasana kebersamaan sekaligus menegaskan bahwa proses pembentukan mahasiswa di STP Santo Petrus tidak hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa secara pribadi, tetapi merupakan proses yang didampingi oleh seluruh keluarga besar kampus.
Pembukaan kegiatan secara resmi dipimpin oleh Ketua STP Santo Petrus Keuskupan Atambua, Romo Dr. Theodorus Asa Siri, S.Ag. Dalam amanatnya, Romo Theo mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian PKKMB dengan sungguh-sungguh, terbuka, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
“Sebagai bagian dari lembaga ini, hendaknya kalian membuka diri sedalam-dalamnya untuk mengikuti segala peraturan yang ada. Pada waktunya, kalian akan dilahirkan kembali sebagai sarjana pendidikan yang berilmu, beriman, dan bermoral Kristiani. Tempat ini hadir sebagai sarana pembentukan dan pendidikan yang didampingi langsung oleh para dosen, tenaga kependidikan, serta jajaran panitia,” ungkap Romo Theo.
Menurutnya, PKKMB bukan sekadar kegiatan untuk memperkenalkan mahasiswa baru kepada lingkungan kampus. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian awal dari proses pembentukan kepribadian dan karakter mahasiswa selama menempuh pendidikan di STP Santo Petrus Keuskupan Atambua.
Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan masa pendidikan sebagai kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kedewasaan pribadi, serta kehidupan iman. Dengan demikian, proses pendidikan yang dijalani tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas, moral Kristiani, dan semangat pelayanan.
Salah satu prosesi yang menjadi bagian penting dalam pembukaan PKKMB adalah penyalaan obor. Prosesi simbolis tersebut menjadi gambaran tentang terang, semangat, persatuan, dan komitmen bersama dalam menjalani seluruh proses pembinaan di lingkungan STP Santo Petrus Keuskupan Atambua.
Nyala obor diharapkan menjadi simbol semangat yang terus dijaga oleh setiap mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Terang tersebut juga menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan iman hendaknya berjalan beriringan dalam membentuk pribadi yang mampu membawa terang dan memberikan pelayanan bagi Gereja serta masyarakat.
Setelah prosesi pembukaan dan penyalaan obor, kegiatan dilanjutkan dengan agenda PKKMB berikutnya sesuai dengan rangkaian yang telah disiapkan oleh panitia. Seluruh peserta diarahkan untuk mengikuti setiap kegiatan dengan tertib, disiplin, penuh semangat, dan bertanggung jawab.
Melalui pelaksanaan PKKMB ini, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya semakin mengenal lingkungan akademik STP Santo Petrus Keuskupan Atambua, tetapi juga memahami nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan kampus. Proses tersebut menjadi langkah awal untuk membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang berilmu, beriman, berkarakter, dan memiliki semangat pelayanan.
Pada akhirnya, PKKMB diharapkan menjadi pintu masuk bagi perjalanan pendidikan mahasiswa untuk bertumbuh menjadi calon guru Pendidikan Agama Katolik dan katekis yang mampu mengintegrasikan pengetahuan, iman, karakter, dan keterampilan pastoral dalam pelayanan di tengah Gereja dan masyarakat. (Sie Dok)