
Kefamenanu, stpsantopetruska.ac.id – Yayasan Pendidikan Snuna melaksanakan Audit Internal dan Persiapan Serah Terima Jabatan Ketua Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Petrus Keuskupan Atambua pada Rabu, 29 Juli 2026, bertempat di Aula Mgr. Sulama, Kampus STP Santo Petrus Keuskupan Atambua. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 16.00 WITA ini menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Audit internal tersebut diikuti oleh Pengurus Yayasan Pendidikan Snuna, Tim Audit Yayasan, Ketua STP Santo Petrus Keuskupan Atambua, para Wakil Ketua, Ketua Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik (PKK), para Ketua Lembaga, Biro, Unit Kerja, serta dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan dipandu oleh Joakim Olivera Kapitan, S.Fil., dengan Videl Remus Kono, S.Pd., M.Ak. bertindak sebagai notulis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), dilanjutkan dengan doa bersama. Selanjutnya, Ketua STP Santo Petrus Keuskupan Atambua, RD. Dr. Theodorus Asa Siri, S.Ag., menyampaikan laporan pertanggungjawaban singkat mengenai perjalanan dan perkembangan lembaga selama masa kepemimpinannya sejak tahun 2017 hingga 2026.
Dalam penyampaiannya, Romo Theo mengutip sebuah refleksi yang menjadi dasar penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi, yakni, “Hidup yang tidak dievaluasi tidak layak untuk dijalani.” Kutipan tersebut menjadi pengantar untuk menggambarkan perjalanan STP Santo Petrus Keuskupan Atambua selama hampir satu dekade, termasuk berbagai capaian, tantangan, dan upaya pengembangan yang telah dilakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, dan pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Yayasan Pendidikan Snuna, RD. Gabriel Bouk, dalam arahannya menegaskan bahwa audit internal bukanlah kegiatan untuk mencari kesalahan, melainkan mekanisme evaluasi yang objektif sebagai dasar perbaikan lembaga. Menurutnya, audit merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar serta menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan institusi.
“Audit ini dilaksanakan sebagai mekanisme validasi secara objektif, bukan untuk mencari kesalahan. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi berbagai kekuatan dan kelemahan lembaga agar dapat diperbaiki bersama serta menghasilkan rekomendasi bagi pengembangan STP Santo Petrus Keuskupan Atambua di masa mendatang. Setiap temuan harus didukung oleh data yang sah, sehingga saya berharap seluruh unit dapat memberikan keterbukaan dan kerja sama agar proses audit berjalan dengan baik,” tegasnya.
Setelah arahan yayasan dan penyampaian teknis audit oleh Ketua Tim Audit, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan dokumen kelembagaan dari pimpinan STP kepada tim auditor serta pembagian tim sesuai bidang pemeriksaan.
Audit dilaksanakan secara menyeluruh dengan mencakup empat bidang utama, yaitu Audit Dokumen Kelembagaan, Audit Akademik dan Sumber Daya Manusia, Audit Keuangan, serta Audit Aset, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi. Setiap tim auditor melakukan pemeriksaan terhadap dokumen, sistem, serta bukti pendukung sesuai ruang lingkup audit untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi lembaga.
Usai proses pemeriksaan, masing-masing unit kerja diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi terhadap berbagai temuan auditor. Hasil klarifikasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan berita acara audit yang disiapkan oleh sekretaris tim auditor.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian hasil sementara audit oleh Ketua Tim Audit sekaligus penandatanganan Berita Acara Audit sebagai bentuk komitmen bersama dalam menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan. Audit internal ini juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan proses serah terima jabatan Ketua STP Santo Petrus Keuskupan Atambua sehingga kepemimpinan yang baru nantinya memiliki gambaran yang utuh mengenai kondisi lembaga serta berbagai langkah strategis yang perlu dilanjutkan.
Melalui audit internal ini, Yayasan Pendidikan Snuna bersama seluruh sivitas akademika STP Santo Petrus Keuskupan Atambua menegaskan komitmen untuk terus membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang profesional, serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi pastoral demi menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap melayani Gereja maupun masyarakat. (DN)