Mahasiswa STP K.A. Resmi Memulai PPL, Disambut Hangat oleh SMP Negeri 6 Sambaliung

Sambaliung, stpsantopetruska.ac.id – Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Petrus Keuskupan Atambua, Agustinus Tarano Sasi, resmi memulai hari pertama Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) di SMP Negeri 6 Sambaliung pada Senin, 20 Juli 2026. Program PPL ini akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan dan menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa semester VII sebagai calon guru Pendidikan Agama Katolik dan katekis.

Penempatan Agustinus Tarano Sasi di Stasi Bunda Hati Kudus Suaran dan SMP Negeri 6 Sambaliung merupakan bagian dari kebijakan pastoral Uskup Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF. Selain menjalankan tugas sebagai pendidik di sekolah, mahasiswa PPL juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pastoral di stasi, lingkungan, dan Komunitas Umat Basis (KUB) selama masa penugasan.

Pada hari pertama kegiatan, Kepala SMP Negeri 6 Sambaliung, Irwan, S.T., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa magang dari STP Santo Petrus Keuskupan Atambua yang datang dari wilayah yang cukup jauh. Ia menyambut baik pelaksanaan PPL selama satu semester karena dinilai dapat membantu mendukung proses pembelajaran sekaligus memberikan pendampingan kepada para peserta didik di kelas.

“Kami menyambut dengan gembira kehadiran mahasiswa PPL dari STP Santo Petrus Keuskupan Atambua. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu sekolah dalam proses pembelajaran serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menjalani panggilan sebagai pendidik,” ujar Irwan.

Hal senada disampaikan oleh Hironimus Jelahu, S.Pd., yang ditunjuk sebagai guru pamong. Ia menyatakan kesiapannya untuk mendampingi dan membimbing mahasiswa selama menjalani proses magang di SMP Negeri 6 Sambaliung agar dapat memperoleh pengalaman mengajar dan pelayanan yang maksimal.

Sementara itu, Agustinus Tarano Sasi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas penerimaan yang hangat dari pihak sekolah dan umat di wilayah penugasan. Ia menyatakan siap menjalani proses pembentukan selama enam bulan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pelayanan.

“Bagi saya, tugas ini merupakan bentuk kerasulan awam yang menjadi pengalaman berharga dalam pembinaan iman, pembentukan mental, dan semangat bermisi di Keuskupan Tanjung Selor. Menjadi calon katekis dan guru Pendidikan Agama Katolik berarti berani keluar dari zona nyaman untuk masuk ke dalam kehidupan umat, mengenal mereka lebih dekat, dan mendampingi mereka yang membutuhkan,” ungkap Agustinus.

Praktik Pengenalan Lapangan merupakan salah satu program penting dalam visi dan misi STP Santo Petrus Keuskupan Atambua. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi pedagogis sebagai calon guru Pendidikan Agama Katolik, tetapi juga memperdalam pengalaman pastoral melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan sekolah, stasi, lingkungan, dan Komunitas Umat Basis tempat mereka tinggal dan melayani.

Dengan pendampingan dari sekolah, Gereja, dan dosen pembimbing, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan seluruh rangkaian PPL dengan penuh tanggung jawab, semangat pengabdian, dan dedikasi yang tinggi, sehingga semakin dipersiapkan menjadi guru Pendidikan Agama Katolik dan katekis yang profesional serta siap berkarya di tengah Gereja dan masyarakat. (ATS)