
Tanjung Selor, stpsantopetruska.ac.id – Uskup Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF, menyambut kedatangan empat mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Petrus Keuskupan Atambua yang akan melaksanakan Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) di wilayah Keuskupan Tanjung Selor. Penyambutan berlangsung di Kantor Keuskupan Tanjung Selor pada Selasa, 14 Juli 2026, sebagai awal dari rangkaian kegiatan PPL yang akan dilaksanakan di sejumlah paroki, sekolah, dan stasi.
Kegiatan penyambutan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan para mahasiswa kepada lingkungan pelayanan sekaligus mempersiapkan mereka menjalani pengalaman pastoral secara langsung. Melalui program PPL ini, para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi sebagai calon guru Pendidikan Agama Katolik dan katekis yang siap melayani Gereja serta masyarakat.
Usai acara penyambutan, Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF memimpin pertemuan bersama para mahasiswa guna menetapkan lokasi penugasan PPL. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Pastor Yoseph, MSF selaku Ekonom Keuskupan Tanjung Selor serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), RD. Philipus Benitius Metom, S.Ag., M.Hum.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa para mahasiswa akan ditempatkan pada berbagai bidang pelayanan sesuai kebutuhan pastoral di Keuskupan Tanjung Selor. Lingkup pelayanan meliputi sekolah, paroki, dan berbagai karya pastoral, seperti pelayanan katekese dasar, pendampingan umat, pelatihan koor, persiapan perlengkapan liturgi, hingga kegiatan pastoral lainnya. Penempatan ini dirancang agar para mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam mendampingi umat serta peserta didik sebagai bagian dari proses pembentukan profesional dan spiritual mereka.
Berdasarkan hasil penetapan lokasi PPL, empat mahasiswa STP Santo Petrus Keuskupan Atambua menerima penugasan di beberapa wilayah pelayanan. Kandida Elisabeth Tob dan Maria Magdalena Salu ditempatkan di Paroki Sekatak. Agustinus Tarono Sasi mendapat penugasan di Paroki Berau, sedangkan Aloysius Gonzaga Oskar Bere ditempatkan di Paroki Marasatu.
Penugasan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran lapangan yang bertujuan memperkaya pengalaman mahasiswa dalam bidang pendidikan dan pelayanan pastoral. Selama masa PPL, mereka akan terlibat secara aktif dalam pelayanan Gereja, pendampingan umat, serta kegiatan pembelajaran di sekolah sebagai bekal untuk menjalankan tugas sebagai guru Pendidikan Agama Katolik dan katekis di masa mendatang.
Sementara itu, kehadiran RD. Philipus Benitius Metom, S.Ag., M.Hum. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan menjadi bentuk pendampingan akademik dan pastoral bagi para mahasiswa selama menjalani PPL. Melalui bimbingan yang berkelanjutan, para mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan setiap tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab, mengembangkan kemampuan pedagogis dan pastoral, serta semakin memantapkan panggilan mereka untuk berkarya di tengah Gereja dan masyarakat.
Program Praktik Pengenalan Lapangan merupakan bagian penting dari proses pendidikan di STP Santo Petrus Keuskupan Atambua. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan mengajar dan berkatekese, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang memiliki semangat pelayanan, kepedulian terhadap umat, serta kesiapan untuk mewartakan Injil melalui karya pendidikan dan pastoral di berbagai wilayah pelayanan Gereja.