stpsantopetruska.ac.id – TTU, Pemuda Katolik Timor Tengah Utara (TTU) sukses melaksanakan kegiatan Masa Penerimaan dan Pembinaan Anggota (MAPENTA) sekaligus Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) pada 28–30 Agustus 2025 di SVD Noemeto. Kegiatan ini diikuti 103 peserta dari Dekenat TTU, Belu, Malaka, serta TTS dengan mengusung tema “Menjadi Pelayan yang Militan.”
Sekretaris Komisariat Daerah (KOMDA) NTT, Alexander Tamonob, SH, menjelaskan bahwa MAPENTA merupakan proses awal pembentukan kader Pemuda Katolik. Tujuannya adalah membekali anggota dengan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, idealisme, dan rasa tanggung jawab sehingga mampu melayani gereja dan bangsa, serta tampil sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Panitia pelaksana, Videl Remus Kono, S.Pd., M.Ak, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mencetak barisan kader gereja dan bangsa yang siap berkontribusi secara nyata. Peserta juga diarahkan agar bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat demi terwujudnya kebaikan bersama.
Ketua Karateker Komcab TTU, Guido Boysala, S.Pt, menambahkan bahwa partisipasi dalam Pemuda Katolik menjadi salah satu kewajiban akademik bagi mahasiswa tingkat akhir di Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus. Dengan demikian, kaderisasi tidak hanya berhenti pada kegiatan internal, tetapi juga berdampak pada pengembangan diri mahasiswa.
Pastor Kerawam Keuskupan Atambua, Gregorius Zainudin Dudy, Pr, menyampaikan bahwa Pemuda Katolik harus berperan lebih luas, tidak hanya di lingkungan gereja, tetapi juga di tengah masyarakat. Ia berpesan agar para kader menjadi “garam dan terang” dalam menghadapi tantangan era global.
Dalam kesempatan itu, Ketua KOMDA NTT, Yuvensius Tukung, S.Pd, turut hadir untuk memberikan materi mengenai Anggaran Dasar dan sejarah Pemuda Katolik. Sementara Muskomcab dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi, penyusunan program kerja, serta pemilihan pengurus baru guna memperkuat gerakan organisasi di masa depan.